Identifikasi sisi belakang karpet dan lapisan peredam
Catat bahan serat, pelapis belakang, jenis kain kempa atau busa, serta permukaan yang menerima perekat. Periksa adanya membran, serbuk, atau perlakuan awal. Kekuatan di dalam pelapis belakang juga perlu diperhatikan ketika pengujian kupas justru merobek atau memisahkan bahan itu sendiri.
- Jelaskan setiap lapisan dan ketebalannya sesuai dokumen proyek.
- Tandai area ikatan dan area yang perlu mempertahankan kelenturan.
Kendalikan penyerapan dan pengeringan
Bahan berpori dapat menyerap perekat menjauhi antarmuka. Pantau distribusi setelah aplikasi, bukan hanya jumlah yang dikeluarkan peralatan. Saat penekanan atau pembentukan, periksa pengeringan pada bagian tebal dan cekung. Suhu yang diatur pada mesin perlu dibedakan dari suhu permukaan aktual.
- Catat metode pelapisan, jumlah perekat, dan waktu tunggu.
- Periksa penampilan karpet serta perubahan kelenturan setelah laminasi.
Uji ikatan pada area yang mengalami perubahan bentuk
Ambil contoh dari bagian datar, lengkung, dan peralihan tepi untuk menilai ikatan setelah pembentukan. Pisahkan hasil setelah pengerasan dari hasil setelah panas, kelembapan, atau pembengkokan berulang yang dipersyaratkan. Untuk emisi dan bau, tentukan metode serta apakah contoh berupa bahan individual atau susunan lengkap.
- Catat bentuk kegagalan dan keadaan pelapis belakang setelah dikupas.
- Gunakan kondisi pengujian dan kriteria penerimaan yang ditetapkan proyek.
Siapkan contoh dan informasi proses
Kirim karpet serta bahan pasangannya beserta kode, kelompok produksi, dan perlakuan sisi belakang. Jelaskan pembentukan, waktu penyatuan, serta tahapan setelah perekatan. Untuk penanganan cacat, sertakan contoh baik dan gagal berikut lokasi pengambilannya agar kondisi proses dapat dibandingkan.
- Lampirkan susunan lapisan dan area yang sulit direkatkan.
- Nyatakan kebutuhan kelenturan, penampilan, serta pengujian yang diperlukan.
